banner

banner

Breaking News

Balai Bahasa Laksanakan Lokakarya Perkamusan



Bengkulu, AwasiNews.com -- Balai Bahasa Provinsi Bengkulu kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas penutur bahasa daerah, terutama para penutur muda dengan menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Kamus Dwibahasa Bengkulu Dialek Lembak-Indonesia dan Lokakarya Inventarisasi Kosakata Bahasa Bengkulu Dialek Pasemah.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pengumpulan data yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu. Lokakarya ini dibuka oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, Ibu Andriana Yohan, S.S., M.A. dan berlangsung selama tiga hari yaitu dari tanggal 19—21 Agustus 2025.

Sebanyak 60 orang peserta yang terdiri atas guru, dosen, mahasiswa, pegiat literasi, tenaga kependidikan, serta perwakilan dari Duta Bahasa yang merupakan penutur jati bahasa Bengkulu dialek Pasemah dan Lembak terlibat aktif dalam kegiatan ini. 

Kehadiran peserta para penutur jati dari berbagai latar belakang profesi ini, dapat memperkaya jalannya diskusi dan memberikan kontribusi kosakata dalam kegiatan yang akan menghasilkan produk kebahasaan ini.

Terlihat, sejak pagi, peserta sudah tampak memenuhi ruang pertemuan yang telah disiapkan dengan rapi oleh panitia. Setelah acara dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Bengkulu, kegiatan dibagi menjadi dua kelas, yaitu kelas Lembak yang membahas terkait kosakata kamus dwibahasa dan kelas Pasemah yang membahas tentang kosakata yang akan diusulkan ke dalam KBBI.

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Balai Bahasa menekankan bahwa pentingnya peran bahasa sebagai identitas bangsa sekaligus alat pemersatu masyarakat Indonesia, begitu juga halnya dengan bahasa daerah kita harus dijaga dan dipelihara agar identitas anak cucu tidak hilang. 

Kemudian, beliau menegaskan bahwa lokakarya ini bukan sekadar ruang belajar, melainkan juga wadah untuk memperkuat jejaring kerja sama dalam membumikan bahasa daerah di Indonesia agar tetap terpelihara dengan baik di tengah arus globalisasi.

Rangkaian materi lokakarya berlangsung dalam beberapa sesi. Karena peserta yang dihadirkan merupakan penutur jati, pakar dan praktisi yang menguasai bahasa “Lembak dan Pasemah,” sehingga diskusi terkait makna kata dan pelafalan berjalan dengan sangat menarik. Untuk materi kosakata, telah inventarisasi sebanyak 700 entri kosakata bahasa Pasemah dan 7000 kosakata bahasa Bengkulu dialek Lembak. 

Penyajian dan pembahasan materi yang interaktif membuat suasana lokakarya terasa hidup. Peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya, berdiskusi, dan berbagi informasi terkait kosakata bahasa daerah.

Dengan terlaksananya lokakarya ini, Balai Bahasa Provinsi Bengkulu berharap seluruh peserta memperoleh manfaat yang nyata, baik berupa peningkatan pengetahuan, keterampilan praktis, maupun semangat baru dalam berkontribusi bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan menjadi pemicu lahirnya produk kebahasaan yang berkesinambungan di daerah kita. Ysf.


Tidak ada komentar