banner

banner

Breaking News

Dinkes Provinsi Bengkulu Turunkan Stunting

BENGKULU- Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu akan fokus menurunkan angka stunting demi menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas kedepannya.

"Kita berupaya bersama agar terjadi penurunan angka stunting, ini karena stunting nanti akan menghasilkan generasi penerus yang tidak berkualitas kalau, dalam hal ini perkembangan otaknya tidak optimal sehingga optimalisasi sumber daya manusia di Bengkulu juga akan menurun," ungkap Kabid Kesehatan Masyarakat, Nelly Alesa, Selasa (17/9) di Hotel Nala Sea Side Bengkulu usai rapat RAD (Rencana Aksi Daereh) Penurunan Stunting.

Nelly menambahkan, menurut standar nasional angka stunting tidak boleh mencapai 20 persen. Sementara berdasarkan riset kesehatan dasar di tahun 2013 angka stunting Provinsi Bengkulu mencapai 39,7 persen. Namun untuk saat ini, stunting di Provinsi Bengkulu berada di angka 28 persen dari total jumlah balita sebanyak 143 ribu pada sepuluh kabupaten-kota.

"Kalau kita hitung boleh ada stunting di Bengkulu itu sebanyak 28 ribu, tapi kondisi sekarang masih ada 40 ribu balita yang mengalami stunting," lanjutnya.

Berdasarkan Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), kabupaten yang memiliki angka stunting yang paling tinggi berada di Kabupaten Bengkulu Utara, kemudian disusul Kabupaten Kepahian, Kabupaten Lebong, dan Muko-muko.

"Untuk Kaur dan Bengkulu Selatan justru angkanya sudah dibawah 20 persen," tutup Nelly. (Tim)

Tidak ada komentar